Indonesia

Jurus Kemenpar Mempromosikan Wisata Indonesia di Dunia Maya

Posted on

Era digital telah di depan mata dan perlu dihadapi. Kemenpar juga sudah menyiapkan jurus-jurus mempromosikan pariwisata Indonesia di dunia maya.

Kemenpar secara resmi hadirkan ‘War Room M-17’, sebagai pusat komando untuk memilih strategi di bidang pariwisata dalam menghadapi persaingan global. Tetapi ternyata, tak cuma itu saja yang diberikan Kemenpar dalam berhadapan dengan persaingan global di era digital ini.

“Kami tengah siapkan digital marketplace untuk obyek-obyek wisata di Indonesia menjadi tempat berpromosi. Jadi, mereka dapat promosi melalui platform ini,” ungkap Menpar Arief Yahya didalam acara Rakornas Pariwisata Ke-3 di Gedung Ecovention, Ecopark Ancol, Jakarta Utara.

Digital marketplace yang dimaksud Arief ialah ITX, Indonesia Tourist eXchange. Inilah pusat perbelanjaan digital, lokasi dimana sektor swasta maupun pemerintah sekitar bisa mempromosikan dagangan pariwisata nya, baik itu paket wisata, tiket masuk, atraksi, sampai kalender of event dari masing-masing pemerintahan daerah.

Tetapi menurut Arief, tak semua event dari daerah boleh masuk ke index ITX. Cuma yang sudah terverifikasi , dan terdapat Kalender of Eventnya saja yang bakal dipromosikan oleh Kemenpar melalui ITX sebagai digital marketplacenya.

“Tak semua event daerah/kabupaten dapat kita promosikan di ITX. Event dari daerah akan dikurasi oleh Kadispar Provinsi, besok kita bikinkan Top 3, Top 5 dan Top 10. Data administrator pun harus dipastikan event itu terdapat tanggalnya atau tidak. Jika tidak, mereka tidak akan ditawarkan,” jelas Arief.

Arief mengakui platform digital ITX, tidak bisa dibilang perfect, tetapi di era digital sekarang, digital marketplace layaknya ini memang perlu dipaksakan kehadirannya, mau tak mau bila ingin survive dan berlomba di kancah global.

“Memang perlu dipaksa. Daerah kalau membuat event, musti ada websitenya, jika tidak ada, tidak bisa dipromosikan. Daerah boleh menggelar event sebanyak-banyaknya, tapi selama belum dicap oleh Kemenpar, itu tidak masuk kedalam event nasional,” tegas Arief.

Atas adanya digital marketplace ITX ini, dari sisi demand bakal terpantau dengan baik, data warehousenya pun bisa tersimpan dengan baik. Media digital ITX ini pastinya akan makin memudahkan wisatawan ketika liburan di era gadget.

Leave a Reply

Your email address will not be published.